CARA TEPAT HASIL HEBAT

CARA TEPAT HASIL HEBAT

Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang hidup di dunia diantara makhluk-makhluk lainnya. Kesempurnaan tersebut dapat dibuktikan dengan pilihan Allah yang memilih manusia
sebagai khalifah di muka bumi ini, padahal sebelum penciptaan manusia Allah terlebih dahulu
menciptakan malaikat dan jin. hal ini menyebabkan perselisihan diantara dua makhluk Allah
yang secara penciptaan lebih dulu. Hal itu dapat dilihat dari respon malaikat ketika ditanya oleh
Allah mengenai rencana akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi dan malaikat
pun merasa heran karena manusia mempunyai kecendrungan suka menumpahkan darah dan
membuat kerusakan sedangkan ia senantiasa bertasbih dan mensucikan Allah. Yayasan Nurul
Aulia hadir yang didirikan pada tanggal 1 Oktober 2002 oleh bapak H. Aga Sumarga atas arahan
dari KH. Habib Syarif pimpinan Assalam Bandung dengan cita-cita yang mulia yaitu mencetak
generasi yang berilmu tinggi dan berakhlaqul karimah, mampu membca al-Qur’an, serta
beribadah dengan istiqamah sesuai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga anak didik yang belajar
di Yayasan Nurul Aulia tetap menjadi juara di dunia samapai akhirat.
Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud
Ristek) telah memutuskan penerapan kurikulum merdeka pada satuan pendidikan dengan
harapan para siswa mampu mengembangkan soft skillnya. Sehingga para guru dituntut untuk
bisa menemukan potensi pada siswa untuk dibimbing dan dikembangkan. Jika kita menelaah
nasehatnya sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengatakan “ Didiklah anak-anakmu sesuai
dengan jamannya karena mereka hidup bukan di jamanmu”, maka para guru (khususnya guru
yanbua) harus menyesuaikan dengan kegemaran siswa-siswanya yang sekarang ini tidak bisa
lepas dari berbagai aplikasi android. Hal ini pun sudah diamini dan di sarankan oleh KH.
Lukman Hakim, M.Ag selaku penasehat dan pembimbing keagamaan Yayasan Nurul Aulia.
Wakil Kepala Sekolah bidang Keagamaan dibentuk untuk membuat program-program yang
mendukung cita-cita yayasan seperti: 5S, mengaji Yanbu’a, Tahfidz, Shalat berjamaah, Tasmi’,
Munaqosah dan lain sebagainya. Sehingga dengan program yang dibuat dapat menjadikan siswa-
siswa yang belajar di Yayasan Nurul Aulia mempunyai ilmu yang luas, taat beribadah, berakhlak
mulia, mampu membaca al-Qur’an dengan baik, mempunyai hafalan juz 30, dan pada akhirnya
bertaqwa kepada Allah SWT.
Program tahfidz yang dilaksanakan pagi hari selama 30 menit dengan satu pembimbing dan
dibantu oleh wali kelas pada pengkondisian dengan peserta didik satu angkatan harus
menyelesaikan capaian targetan yang sudah ditentukan dan menjaga hafalan yang sudah
dihafalkan sebelumnya menjadi program yang diharapkan dapat menjadikan peserta didik hafal
juz 30 dengan baik, berani ditasmi’kan dihadapan teman-temannya, membanggakan orang tua
ketika dimunaqosah. Untuk mewujudkan program tersebut SD Plus Nurul Aulia menggunakan
metode Marahil yang dibuat oleh Arif Musaddaf, S.H, S.Q salah satu dewan guru Yayasan Nurul
Aulia.
Evan adalah siswa kelas 4A, dia juga anak salah satu guru SD Plus Nurul Aulia yang terkenal
dikalangan guru-guru sebagai siswa yang super aktif. Waktu kelas 3, Wali kelasnya sering
mendapat keluhan dari guru pembimbing tahfidz mengenai Evan yang belum bisa menghafal
surat yang ditentukan. Wali kelasnya lalu menyampaikan keluhan tersebut kepada orang tuanya
Evan dan meminta kerjasamanya supaya Evan lebih diperhatikan lagi hafalannya karena sudah
tertinggal jauh dari teman-temannya. Kemudian orang tuanya meminta bantuan kepada saya
untuk membimbing Evan supaya ia bisa mengejar hafalannya serta dapat mengikuti program
yang sudah ditentukan.
Pertemuan pertama saya membimbing Evan dengan menggunakan metode yang biasa dilakukan
pada umumnya saya dan Evan duduk berhadap-hadapan, saya menyuruhnya membuka Juz
Amma kemudian mencotohkan satu ayat yang akan dihafalkan secara berulang-ulang dan
menyuruh menirukannya. Lima belas menit berlalu dengan kegiatan seperti itu, namun tidak
menunjukan tanda-tanda perubahan pada Evan karena semakin ia dipaksa untuk mengikuti
pembelajaran maka semakin ia kehilang konsentrasinya. Juz Amma yang tadinya bagus menjadi
lusuh dan berlubang karena diplintir-plintir dan ditusuk-tusuk oleh pensil untuk menunjuk ayat
yang dibacakan. Akhirnya satu jam pembelajaran dihabiskan dengan teriakan mencontohkan

ayat tiada arti dan nasehat-nasehat yang tidak tahu dimengerti atau tidak. Pembelajaranpun
selesai tanpa ditutup dengan doa bersama karena ia pergi dengan muka yang murung hampir
menangis sedangkan saya terdiam kelelahan. Pertemuan kedua pun tidak jauh berbeda dengan
yang pertama bahkan lebih parah karena ia habis ektrakulikuler futsal.
Pertemuan ketiga pembelajaran terjadi diluar ruangan ketika ia sedang bermain bola, saya
panggil dan mengajaknya belajar ia pun berhenti main bola karena takut sama orang tuanya dan
berjalan bersama menuju tempat yang sudah ditentukan. Dalam perjalanan saya mencoba
menanyakan ayat yang sebelumnya sudah disampaikan dan ia pun tersenyum pertanda belum
hafal, kemudian saya mencoba mengulangi dan ia pun mengikuti dengan semangat bahkan
sampai teriak walaupun ada kesalahan. Melihat hal tersebut saya pun berhenti dan mengajak
Evan kembali ke lapangan main bola, sebelum ia bermain bola saya bacakan terlebih dahulu satu
kata dari ayat yang akan dihafal sebanyak tiga kali kemudian ia bermain bola sambil
membacakan kata yang sudah dicontohkan dan hal itu dilakukan berulang-ulang sampai selesai
satu ayat. Setelah selesai satu ayat saya panggil Evan untuk istirahat sambil membacakan ayat
yang tadi dihafalkan dan ia pun membacanya dengan sempurna sambil engap-engapan kelelahan
bermain bola. Sebelum ia bermain kembali pembelajaran ditutup dengan doa bersama, dan ia
kembali bermain bola dan saya pergi dengan hati riang gembira. Semenjak itu pembelajaran
terjadi dimana saja, meskipun dalam ruangan ia pun bebas melakukan apa saja.
Allah SWT. menciptakan manusia di muka bumi ini dengan bekal yang sama, yaitu;
pendengaran, penglihatan, dan hati nurani ( sebaian mufasir menafsirkan hati nurani dengan akal
). Jika kita mampu megoptimalkan bekal tersebut maka kita akan menjadi sang juara.